Bogor – South East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB University menyelenggarakan Pelatihan Pendamping dan Enumerator Pilot System Food Safety and Traceability Kabupaten Cianjur pada tanggal 2–3 Juni 2026 di Swiss-Belhotel Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan implementasi sistem keamanan pangan dan keterlacakan (food safety and traceability) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui model percontohan di Kabupaten Cianjur.
Pelatihan diikuti oleh 19 peserta yang terdiri atas pendamping dan enumerator lapangan, serta menghadirkan narasumber dari SEAFAST Center IPB University, Badan Gizi Nasional (BGN), Center of System, dan Koordinator Wilayah Kabupaten Cianjur. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai aspek keamanan pangan, mutu gizi, food loss and waste, sistem pendukung keputusan, hingga teknis pelaksanaan survei lapangan.
Direktur SEAFAST Center IPB University, Dr. Puspo Edi Giriwono, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pendamping dan enumerator dalam menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar pengembangan sistem keamanan pangan pada Program MBG. Menurutnya, keberhasilan implementasi pilot system sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses survei dan pendampingan di lapangan.
Materi pelatihan diawali dengan pengarahan mengenai konsep Sistem Pangan Aman dan Bergizi yang disampaikan oleh Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah. Peserta diperkenalkan pada konsep pengendalian keamanan pangan yang mencakup seluruh rantai pasok pangan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, distribusi, hingga konsumsi. Selain itu, dibahas pula pentingnya keberlanjutan sistem melalui pendekatan agribisnis, contract farming, dan pemanfaatan Intelligent Decision Support System (IDSS).
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Dedi Fardiaz memberikan pembekalan mengenai pelaksanaan survei lapangan sebagai instrumen untuk mengevaluasi penerapan keamanan pangan, mutu gizi, dan sistem manajemen mutu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peserta juga memperoleh materi mengenai pedoman survei gizi, survei keamanan pangan, serta food loss and waste yang disampaikan oleh para pakar SEAFAST Center IPB University.
Hari kedua pelatihan diisi dengan materi mengenai kebijakan Program MBG oleh Dr. Nikendarti Gandini dari Badan Gizi Nasional, pengembangan Intelligent Decision Support System (IDSS) oleh Prof. Dr. Marimin bersama tim, program pendampingan oleh Prof. Dr. Nuri Andarwulan, pengenalan wilayah survei Kabupaten Cianjur oleh koordinator wilayah, serta manajemen kegiatan survei dan pengolahan data survei oleh tim SEAFAST Center IPB University.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan Program MBG, keamanan pangan, mutu gizi, pelaksanaan survei lapangan, penggunaan instrumen survei, pengolahan data, hingga pemanfaatan sistem digital sebagai pendukung pengambilan keputusan. Kesamaan persepsi yang dibangun selama pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan survei dan efektivitas pendampingan pada tahap implementasi Pilot System Food Safety and Traceability di Kabupaten Cianjur.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk komitmen SEAFAST Center IPB University dalam mendukung penguatan sistem keamanan pangan nasional melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten serta pengembangan sistem yang mampu menjamin keamanan, mutu, dan keterlacakan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis.
