Senyawa Aroma Dan Citarasa

Untuk pertumbuhan dan beraktivitas, manusia membutuhkan makanan yang merupakan kebutuhan hakiki yang harus terpenuhi. Berbagai jenis makanan berkembang di berbagai daerah dan Negara sesuai dengan potensi lokal dan kebiasaan masyarakat setempat. Hal ini yang menyebabkan bahwa di dunia ini dikenal banyak jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan kalori, nutrisi dan kepuasan manusia. Selain potensi sumber pangan lokal, keragaman jenis dan cara penyajian makanan tergantung pada budaya setempat, sehingga pengaruh budaya lo kal sering menjadikan makanan mempunyai citarasa spesifik lokal. Di Indonesia, yang memiliki keragaman budaya, tercatat perkembangan berbagai jenis makanan dengan citarasa yang beragam pula. Apabila diperhatikan dengan lebih rinci, rempah-rempah dan herbal merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap citarasa dan kekhasan makanan tersebut. Rempah-rempah dan herbal merupakan bahan bumbu yang sangat melekat digunakan dalam kuliner masakan di masing-masing daerah di Indonesia. Selain untuk meningkatkan citarasa makanan, ternyata rempah-rempah dan herbal yang ditambahkan dapat juga meningkatkan keawetan produk dan juga keamanan produk untuk dikonsumsi. Meningkatnya daya simpan dan keamanan produk makanan yang ditambah rempah-rempah (bumbu) ataupun herbal disebabkan oleh kemampuan rempah-rempah maupun herbal menghambat bahkan membunuh mikroba pembusuk dan pathogen yang ada dalam makanan.

Potensi rempah-rempah dan herbal bukan hanya meningkatkan citarasa makanan atau minuman, namun juga dapat berfungsi untuk kesehatan. Di dalam rempah-rempah dan herbal banyak terkandung senyawa-senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antimikrobia, antioksidan, antidiabetes, antitumor, dan fungsi lainnya yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Untuk itu, rempah-rempah dan herbal banyak dikembangkan untuk obat herbal karena dipercaya tidak mempunyai efek samping yang berbahaya.

View/Download Complete Module