Rebung Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata) Sebagai Bahan Afrodisiak pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan

Penelitian mengenai rebung bambu (Gigantochloa nigrociliata) sebagai bahan afrodisiak dalam meningkatkan kualitas spermatozoa, spermatogenesis dan kadar hormon testosteron telah dilakukan pada 24 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) berusia 12 minggu dengan berat badan ± 150 gram. Hewan dibedakan menjadi 4 kelompok sesuai jenis pelarut ekstrak (air, etanol dan heksana) dan 1 kelompok kontrol yang diberikan aquadest. Setiap kelompok perlakuan mendapatkan 400 mg/kg bb ekstrak/hari sebanyak 2 ml yang diberikan secara oral selama 48 hari. Pada hari ke 49 dilakukan pembedahan. Testis dibuat sayatan mikroanatomi untuk pengamatan spermatogenesis. Epididimis diambil sebagai bahan pengamatan kualitas sperma dan darah dari jantung digunakan untuk mengukur kadar hormone testosteron menggunakan teknik ELISA.

Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji one way Anova dan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rebung meningkatkan jumlah spermatosit primer dan spermatid dalam spermatogenesis testis, meningkatkan jumlah spermatozoa dan prosentase motilitas spermatozoa kategori baik pada epididimis testis, serta meningkatkan kadar hormone testosterone darah

Diduga fitosterol pada rebung bertindak sebagai prekursor steroid sehingga terjadi peningkatan hormon testosterone. Hormon ini berperanan penting dalam proses pembentukan spermatozoa melalui spermatogenesis di dalam testis serta pematangan sperma di dalam epididimis.

View/Download Complete Research Article