Praktek Baik Budidaya Tanaman Tapak Dara

Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) Don.) adalah salah satu tanaman yang tersebar luas di daerah tropis termasuk ke dalam keluarga atau family Apocynaceae. Tanaman ini pada mulanya berasal dari Madagaskar sehingga dikenal juga dengan nama Madagascar periwinkle. Pada saat ini tanaman ini sudah menyebar hampir di seluruh daerah tropis seperti di China, India, Indonesia, Australia, Amerika Utara dan Selatan. Di Bali dan Indonesia umumnya tanaman ini sering dijumpai sebagai tanaman hias yang di tanam di halaman depan rumah. Tanaman ini berupa perdu menahun dengan tinggi tanaman kurang dari 1m. Tanaman ini memiliki warna bunga yang indah seperti ungu muda, merah muda atau putih.

Penyebaran tanaman tapak dara yang luas diberbagai daerah ini menyebabkan tanaman ini banyak memiliki nama lokal, seperti di Indonesia tanaman ini dikenal dengan berbabai nama seperti kembang tapak dara (Jawa/Indonesia), sindapor (Sulawesi), kembang tembaga (Sunda). Di Malaysia dikenal dengan nama kemunting cina, kembang sari cina, sedangkan di Philippine dikenal dengan nama tsitsirika, dalam bahasa Inggris disebut periwinkle, di China dikenal dengan nama chang chun hua, dan di Belanda disebut dengan soldaten bloem (Tjitrosoepomo 1985; 1989).

Tanaman tapak dara ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dari permukaan laut (dpl.). Tanaman ini menyukai tempat yang terbuka, namun juga dapat tumbuh pada tempat yang ternaungi. Tanaman ini tumbuh kesamping dengan banyak cabang, dengan tinggi berkisar antara 0,2 – 1,0 m, sehingga tanaman ini cocok digunakan sebagai tanaman hias.

View/Download Complete Module