Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah

Bambu merupakan tanaman berumpun, termasuk dalam suku Gramineae. Tanaman ini tumbuh tersebar di daerah tropis, sub tropis dan daerah beriklim sedang. Bambu dapat tumbuh pada iklim kering sampai tropika basah, pada kondisi tanah subur dan kurang subur serta dari dataran rendah sampai 4000 m diatas permukaan laut, dan dari tempat datar sampai lereng-lereng gunung atau tebing-tebing sungai.

Berdasarkan sistem percabangan rimpang, secara garis besar bambu dibedakan menjadi dua tipe yaitu, rimpang berbentuk simpodial dan rimpang monopodial. Tipe rimpang monopodial, banyak tumbuh di daerah beriklim sedang, dengan bentuk rimpang panjang dan ramping dan tumbuh horizontal, bercabang secara lateral untuk menghasilkan rumpun dengan letak batang tersebar. Contoh yang tergolong ke dalam tipe ini adalah marga Phyllostachys dan Arundinaria. Tipe kedua berakar rimpang yang tumbuh secara simpodial, tumbuh secara berkelompok berbentuk rumpun, banyak berkembang di daerah Asia Tropik, termasuk Indonesia. Contoh marga yang tergolong ke dalam tipe ini adalah Bambusa, Gigantochloa, Dendrocalamus dan Schizostachyum.

Bambu mudah sekali dibedakan dengan tumbuhan yang lain, karena tumbuhannya merumpun, batangnya bulat, berlubang dan beruas-ruas, percabangannya kompleks, setiap daun bertangkai, namun dalam mengenal bambu orang sering mengalami kesulitan, karena kemiripan ciri-ciri morfologi yang ada. Buluh bambu bersekat-sekat. Umumnya buluh berbentuk silinder dan berongga, berdinding keras, tebal atau tipis dan terdapat tunas. Sifat mekanis tersebut membuat buluh menjadi sangat kuat. Diameter buluh tergantung jenis dan lingkungan yang bervariasi antara 0,5 – 20 cm.

Di dunia diketahui sekitar lebih kurang 1300 jenis bambu. Dari jumlah tersebut sekitar 145 merupakan jenis asli Indonesia. Dari jenis tersebut hanya beberapa yang rebungnya dikonsumsi dan bernilai ekonomis yang tinggi yaitu, bambu betung (Dendrocalamus asper), bambu legi (Gigantochloa atter), bambu andong banyak dijumpai di daerah Jawa, bambu mayan (Gigantochloa robusta) banyak di jumpai di Sumatera dan bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata) banyak dijumpai di Pupuan, Bali dan beberapa tumbuh di Sukabumi Jawa Barat.

View/Download Panduan Budi Daya Bambu Tabah