Pasca Panen Tanaman Tropika: Buah Dan Sayur

Buah dan sayuarn segar sudah menjadi bagian dari makanan manusia sejak mulainya sejarah manusia itu sendiri. Akan tetapi, pentingnya nutrisi dari buah dan sayuran secara penuh baru dicermati hanya beberapa waktu belakangan. Pada sisi lain, bagi masyarakat dengan pola pengaturan makanan yang secara total vegerarian, apakah dengan alasan kepercayaan atau ekonomi, adalah sangat tergantung pada buah dan sayuran untuk bisa bertahan hidup. Dengan bantuan ilmu nutrisi moderen, pandangan terhadap buah dan sayuran sekarang ini meningkat secara drastis, dan para professional di bidang kesehat-an, khususnya di negara telah berkem-bang, secara aktif menganjurkan peningkatan konsumsi buah dan sayuran dan membatasi konsumsi daging.

Nilai nutrisi buah dan sayuran pertama kali dicermati pada awal abad ke-17 di Inggris. Salah satunya adalah kemampuan buah jeruk menyembuhkan penyakit radang perut akibat kekurangan vitamin C, yang pada saat itu diderita para angkatan laut Inggris. Kapten angkatan laut tersebut mengetahui adanya penyembu-han dengan mengkonsumsi jeruk dan mampu menyembuhkan anak buah kapalnya, namun sampai akhir abad ke-18 belum dipublikasikan aturan konsumsinya untuk penyembuhan penyakit tersebut.

Penemuan asam askorbat (vitamin C) sebagai ingredient yang mampu mencegah penyakit sariawan dan radang perut belum terjadi sampai tahun 1930-an. Namun, setelah itu diperlihatkan bahwa asam askorbat mempunyai pengaruh menguntungkan berhubungan dengan penyembuhan luka dan sebagai antioksidan. Sekarang, timbul spekulasi yang mengatakan bahwa asam askorbat berperan sebagai bahan anti-viral dan anti kanker. Sumber vitamin C sangat penting karena tubuh manusia tidak mampu untuk mensintesisnya. Semua buah dan sayuran mengandung vitamin C, diperkirakan sebagai sumber yang memasok sekitar 95% terhadap kebutuhan tubuh manusia.

Buah dan sayuran tertentu telah diidentifikasi pula sebagai sumber provitamin A (karotenoida) yang sangat baik, yang sangat esensial untuk menjaga kesehatan mata, begitu juga asam folat, untuk mencegah penyakit anemia. FAO dan WHO mempunyai program yang mempromosikan penana-man sayuran di rumah tangga yang murah dan siap tersedia setiap saat untuk mencegah penyakit kekurangan vitamin khususnya di daerah-daerah kurang berkembang.

View/Download Complete Module