Budidaya Yang Baik Aren

Pohon aren termasuk suku palem-paleman yang memiliki berbagai fungsi antara lain fungsi konservasi dan fungsi ekonomis, sebab hampir semua bagian tanaman – akar, batang, daun, buah dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Sampai dengan akhir tahun 1980-an, budidaya intensif pembibitan aren belum terlalu dikenal, perbanyakan dan penyebarannya terjadi secara alamiah, dilakukan melalui semaian alami atau disebarkan oleh musang (di pulau Jawa). Setelah tahun 1990-an, melalui Kebun Raya Bogor (KRB) mulai dikembangkan tehnik-tehnik silvikultur baru dalam budidaya aren.

Aren termasuk kelompok tumbuhan monokotil. Batang: diameter sampai dengan 70 cm dengan tinggi mencapai 5-15 m, kadang-kadang tinggi mencapai 20 m (Henderson, 2009). Daun: majemuk dengan panjang sampai dengan 5.5 m; anak daun panjang 130-150 cm dengan lebar 5-8 cm; bagian bawah pangkal pelepah daun ditumbuhi ijuk , berwarna hitam. Perbungaan berupa tandan bunga bercabang, menggantung dengan panjang mencapai 60 cm atau lebih. Tandan bunga tumbuh pada daerah bekas pelepah daun. Perbungaan dimulai dari pucuk, selanjutnya secara berturut-turut menyusul pada bagian bawah. Biasanya 2-5 bunga pertama betina, sedangkan rangkaian bunga pada bagian bawah adalah bunga jantan. Bunga jantan berwarna kecoklatan, berbentuk bulat telur memanjang, daun bunga tiga, dan kelopak bunga tiga helai;bunga betina warna kehijauan dengan mahkota bunga segitiga beruas-ruas; bakal buah memiliki ruang tiga dan putik tiga. Tandan bunga betina aren hanya menghasilkan sedikit nira, oleh sebab itu tidak disadap dan dibiarkan tumbuh dan membentuk buah.

View/Download Complete Module