E-mail Print PDF
Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penelitian 3-MCPDE dan
GE Minyak Sawit di Indonesia
Jakarta, 10 Juli 2018

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penelitian 3-MCPDE

 SEAFAST Center LPPM IPB sebagai Koordinator Riset Nasional Mitigasi 3-mono-chloropropane-1,2-diol ester (3-MCPDE) dan glycidyl ester (GE) di minyak sawit Indonesia mengadakan pertemuan dengan tim Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) dan tim Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Indonesia di Sekretariat GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia) Gedung Multivision Tower, Kuningan, Jakarta pada tanggal 10 Juli 2018. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Bapak Sahat M. Sinaga sebagai pimpinan GIMNI dan Dr. Donald Siahaan selaku Ketua Kelompok Peneliti PAHAM PPKS Medan yang dalam hal ini berperan sebagai anggota tim peneliti. Kepala Pusat SEAFAST Center, Prof. Nuri Andarwulan dan tenaga ahli dari SEAFAST Center LPPM IPB antara lain Dr. Didah Nurfaridah, Dr. Nur Wulandari dan Dr. Azis Boing Sitanggang juga ikut berperan serta dalam diskusi ini.

 Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan mengenai rencana dan strategi pelaksanaan penelitian 3-MCPDE dan GE minyak sawit di Indonesia yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Tahun 2018. Agenda pertemuan antara membahas penentuan titik sampling dari tujuh zona produksi minyak sawit di Indonesia, prosedur pengambilan sampel dan interview, rencana validasi sampling dan persiapan dokumen yang diperlukan oleh tim peneliti untuk keperluan sampling.

  Pertemuan kali ini merupakan batu loncatan yang penting dimana tenaga ahli dari SEAFAST Center, Dr. Didah Nurfaridah mempresentasikan rencana riset 3-MCPDE dan GE Minyak Sawit di Indonesia yang meliputi sepuluh titik sampling industry refinery dari tujuh zona produksi minyak sawit di Indonesia, prosedur pengambilan sampel dan kuesioner serta berbagai teknis dan informasi yang perlu didapatkan oleh tim peneliti selama di lapangan. Dalam pertemuan ini diharapkan agar tim peneliti dapat lebih memahami kondisi dari industri refinery sebelum terjun ke lapangan.

  Penelitian mengenai 3-MCPDE dan GE akan memiliki dampak yang signifikan pada industri kelapa sawit di Indonesia. Selain untuk keperluan mitigasi 3-MCPDE dimana tim riset diharapkan dapat mengidentifikasi titik kritis dalam proses produksi minyak sawit serta mengomunikasikan dan mempublikasikan hasil dari tiap tahap penelitian, informasi mengenai kondisi industri refinery minyak sawit di Indonesia juga penting untuk diketahui sehingga praktek-praktek yang kurang benar dalam industry dapat lebih dibenahi. Pembenahan ini pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dari produk sehingga dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi baik di pasar nasional maupun internasional. (MAN).


Presentations