E-mail Print PDF
Forum Industri Pangan

“KOLABORASI PEMANFAATAN HASIL RISET DALAM RANGKA MENDUKUNG
KEMANDIRIAN PANGAN NASIONAL”

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe didampingi Rektor IPB Herry Suhardianto saat mengunjungi stand pameran SEAFAST Center pada Forum Industri Pangan di IPB International Convention Center, Bogor

  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan IPB menggelar Forum Industri Pangan dengan tema “Kolaborasi Pemanfaatan Hasil Riset dalam Rangka Mendukung Kemandirian Pangan Nasional’’ pada 24 Mei 2017 yang bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Bogor. Forum ini digelar dalam rangka memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan kolaborasi antar berbagai pihak, untuk menyelesaikan permasalahan pangan nasional dengan memanfaatkan hasil litbang LPNK dan Perguruan Tinggi sebagai salah satu usaha untuk mewujudkan kolaborasi pemanfaatan hasil riset.

  Forum Industri Pangan mempertemukan seluruh perguruan tinggi di bidang pertanian dan peternakan secara nasional, asosiasi pengusaha dan industri untuk bisa membuat rumusan langkah-langkah untuk menindaklanjuti model-model konsorsium yang sudah ada. Selain forum diskusi, untuk menambah wawasan para peserta diskusi, diselenggarakan juga pameran produk inovasi di bidang pangan dan kunjungan lapang ke Seed Center IPB di Leuwikopo Dramaga, IPB Science Technopark di Taman Kencana dan PT. KAR di Rumpin, Bogor oleh peserta forum. Peserta pameran produk inovasi di bidang pangan antara lain: Science Techno Park (IPB, UGM, ITS, UNDIP, UNPAD); Pusat Unggulan Iptek (SEAFAST Center, PKHT, PKSPL, BJA/AGH, SPR/LPPM); PPBT (Inkubie IPB, TBI, Direktorat Pengembangan Bisnis IPB, UNSYIAH, USU, UNAND, UNRAM, UNIPA); Inovasi Industri (IPB/IPB 3S dan Horti, UNHAS/Peternakan, UNSOED/Padi, PT. TPS, Unilever Foundation, Indofood, PT. Jagung Indonesia Mandiri, CV. Gemilang Karya Sentosa).

 Seafast Center LPPM IPB sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang mempunyai kesempatan untuk mengisi pameran produk inovasi di bidang pangan. Pada kesempatan ini SEAFAST Center mengusung produk diversifikasi berbasis jagung yang dipamerkan dalam produk brownies jagung, chiffon jagung dan mie jagung. Mie jagung merupakan produk mie berbahan dasar tepung jagung yang diproduksi menggunakan teknologi ekstrusi. Selain itu terdapat satu produk baru berbasis umbi yang dikenalkan dengan nama “SnawBie’’, yang merupakan singkatan dari “Instan Mashed Ubie”. Produk SnawBie ini, dilengkapi dengan berbagai topping diantaranya chocochip, choco springkle, choco, selai nanas, blackcurrant, dan masih banyak lagi lainnya.

 Dalam pameran tersebut, SEAFAST Center juga menyajikan informasi jasa unggulan berupa konsultasi IPTEK, riset dan program pelatihan. Adapun kegiatan icip-icip produk yang disajikan pada pameran kali ini banyak diminati oleh pengunjung yang merupakan peserta forum diskusi dan mahasiswa.

 Disela-sela pameran terdapat presentasi dan diskusi singkat mengenai beberapa inovasi dari IPB antara lain, Prof. Suharsono yang telah berhasil mengembangkan penelitian mengenai kentang dari skala lab menjadi skala lahan. Berdasarkan presentasi yang disampaikan Prof. Suharsono, prospek kentang sangat bagus di Indonesia. Sealama ini, kentang impor Indonesia tidak hanya dari bibit, produk pun banyak yang menggunakan kentang impor. Penggunaan kentang untuk industri hampir semua merupakan kentang impor. Oleh sebab itu Prof. Suharsono mengembangkan produksi kentang dalam skala lab, kemudian dilanjutkan dengan uji multi lokasi dengan mempertimbangkan banyak faktor lingkungan yang menjadi hambatan agar bisa direalisasikan dalam skala lahan yang cukup luas. Presentasi dilanjutkan oleh inovasi dari Prof. Ahmad Sulaeman mengenai Propolis, Sasumuzi, Lakvita, dan Tepung Buah Naga Merah. Salah satu inovasi dari Prof. Ahmad Sulaeman adalah “sasumuzi”. Sasumuzi merupakan produk cemilan sagon berbasis pangan lokal yaitu sukun, yang ditingkatkan nilai gizinya dengan penambahan sumber protein dan multivitamin mineral. Bahan baku sukun sendiri mengandung prebiotik alfa1-3 yang dapat mencegah konstipasi. Kandugan air dan lemak yang rendah juga memungkin masa simpan produk yang lebih panjang. Nama Sasumuzi sendiri berasal dari singkatan “Sagon Sukun Penuh Gizi”. (UAS)


Produk olahan Jagung seafast center

Presentations