Food Ingredient Variatif, Produk Makanan Berkembang

E-mail Print PDF

BAHAN makanan merupakan salah satu elemen penting dalam produksi dan pengembangan produk makanan. Jika industri bahan baku (ingredient) berkembang, produk makanan pun demikian, karena keduanya bergantung satu sama lain.

Bervariasinya produk ingredient sekaligus makanan menjadikan permintaan konsumen terpenuhi. Konsumen diuntungkan karena memiliki alternatif produk makanan. Pihak industri pun mempunya nilai daya saing di pasar global.

“Dengan berbagai kategori bahan pangan, menjadikan produk makanan dapat memenuhi selera atau keinginan konsumen, membuat produk makanan lebih bervariasi dan lebih penting lagi, dengan berbagai alternatif, membuat produk makanan yang lebih kompetitif di pasar lokal dan global,“ tutur Adhi S Lukman dalam Food Ingredients (Fi) Asia 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.

Apalagi, seperti diungkap pihak Kementrian Industri dan Perdagangan dalam pembukaan Fi Asia 2010, Indonesia adalah konsumen makanan terbesar di Asia Tenggara. Indonesia pasar potensial yang banyak dilirik. Adhi menegaskan, Indonesia menjadi rebutan negara tetangga.

“Penduduk Indonesia sekitar 237,6 juta orang. Dari segi jumlah penduduk, mungkin saja jika alokasi 51 persen di wilayah Asia Tenggara hanya konsumsi minimal Indonesia. Kebutuhan makanan Indonesia terbesar, itu sudah pasti. Inilah makanya Indonesia menjadi rebutan pasar untuk produsen dari negara tetangga,” tukas Adhi.

Fi Asia kali ini, ditambahkan Adhi, akan memberikan manfaat besar bagi industri makanan Indonesia untuk melihat dan mencari berbagai jenis bahan makanan, mencari alternatif baru untuk tujuan pengembangan produk, baik produk-produk yang ada maupun produk baru.

“Diharapkan produsen dari Indonesia bisa men-display produk sehingga bisa dilihat pengunjung dalam dan luar negeri. Produk kita lebih banyak dikenal. Dengan hadirnya peserta dari luar negeri, pameran juga bisa memberikan inspirasi bagi industri food ingredient Indonesia ,” katanya.

Banyak sekali ingredients yang dihadirkan dalam Fi Asia 2010, di antaranya seperti dijelaskan Purwiyatno Hariyadi, Ketua IAFT/SEAFAST.

“Di antaranya pengawet, pemanis, pewarna, perisa (flavor and spices), flavor enhancers, pengganti lemak (fat replacer), nutrient, emulsifier, stabilizer, thickenes, texturizer, blinder, pengembang, penjaga kelembapan (anticooking agent), humectant (penjaga kadar air), yeast nutrients, dough strengthener, firming agent, enzyme, dan gases,“ jelasnya.(ftr). (http://lifestyle.okezone.com)