(Jakarta). Sebuah pameran yang disebut Food Ingredients Asia 2010 (FIA 2010) akan mendukung industri pangan Indonesia dengan memilih Jakarta menjadi lokasi penyelenggaraan pameran penting industri bahan ramuan pangan.
Penyelenggara kegiatan pameran Food Ingredients Asia 2010, Managing Director UBM, Michiel Kruse dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa [21/09] mengatakan, potensi Indonesia dengan perekonomian terbesar di ASEAN, sumber daya alam yang melimpah, dan jumlah penduduk yang mencapai hampir 240 juta, serta konsumsi 51 persen food ingredients di ASEAN merupakan alasan utama dipindahkannya pameran itu ke Jakarta yang sejak 1994 diadakan dan selama empat kali penyelenggaraan terakhir selalu dilakukan di Bangkok.
Industri food ingredients atau industri bahan ramuan pangan adalah industri yang terintegrasi dan tak terpisahkan dengan industri pangan, katanya.
Michiel Kruse mengatakan, selama lima tahun terakhir, industri pangan Indonesia terus menunjukkan peningkatan dan pad 2009 penjualannya mencapai Rp550 triliun.
Peningkatan ini diikuti pula dengan peningkatan konsumsi food ingredients, yang dalam lima tahun terakhir naik hingga 41 persen atau 14,15 juta ton pada 2009.
Potensi industri food ingredients di Indonesia masih besar untuk dikembangkan, berbagai food ingredients seperti tepung, kokoa (coklat) dan bahkan jamu masih dapat ditingkatkan, tuturnya.
Menurut dia, kecenderungan perubahan selera konsumen dan perkembangan industri pangan dengan permintaan jenis pangan yang mudah dikonsumsi, tetap sehat dan juga ramah lingkungan membuat industri food ingredients juga harus mampu menyesuaikan produk-produk yang dihasilkan dan ditawarkannya.
Dengan produk food ingredients yang sesuai maka industri food ingredients dan industri pangan Indonesia dapat lebih berkembang potensinya sekaligus mampu mengekspor produknya.
Pameran ini memberikan kesempatan kepada para ahli teknologi pangan, pengolahan pangan, perusahaan pangan dan produsen food ingredients di Indonesia untuk melihat inovasi serta kemajuan teknologi produksi terkait dengan produksi dan pengembangan food ingredients di dunia, jelas Michiel Kruse.
Kegiatan ini tentunya mendukung pengembangan industri food ingredients Indonesia untuk dapat memproduksi sesuai dengan selera dan permintaan konsumen, sehingga potensi yang dimiliki Indonesia akan lebih tergali.
Pameran FIA 2010 dihadiri oleh peserta dari 15 negara dunia yang berasal dari Amerika, Eropa, Australia dan Asia. Inovasi dan perkembangan yang ditawarkan termasuk mengenai health ingredients (ramuan bahan kesehatan), natural ingredients (ramuan bahan alami), food ingredients (ramuan bahan pangan) serta proses, keselamatan dan jasa pendukung lainnya.
Kegiatan ini juga didukung kerja sama dengan Gabungan pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) dan Southeast Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center LPPM-IPB Bogor.
Sekjen GAPMMI, Franky Sibarani menyatakan, Pameran FIA 2010 dapat dimanfaatkan menjadi ajang pertemuan para pemain industri food ingredients dan industri pangan dimana para peserta dapat bertukar pengalaman dan mendapat pengetahuan berbagai perkembangan dan inovasi bidang food ingredients, menjalin jejaring usaha dan bagi pengusaha Indonesia sekaligus memperkenalkan produknya ke pasar internasional.
Pada FIA 2010, juga akan diselenggarkan kegiatan seminar untuk membahas isu dan topik mengenai food ingredients, kata Ketua PATPI sekaligus Direktur SEAFAT, Purwiyatno Hariyadi. Melalui berbagai seminar dengan tema terkait food ingredients yang diselenggarakan pada saat FIA 2010, para pelaku dan pemain di industri ini, para peneliti/ilmuwan, maupun pembuat teknologinya, dapat melakukan pertukaran informasi baru , ide dan membentuk jejaring yang lebih luas, katanya.
FIA 2010, akan diselenggarakan pada tanggal 29 September sampai dengan 1 Oktober 2010 bertempat di Jakarta International Expo yang diikuti oleh peserta terdiri atas perusahaan produsen food ingredients, penjual, distributor, konsultan makanan, kesehatan dan keselamatan makanan dan diharapkan dihadiri oleh lebih dari 8000 pengunjung. (http://beritasore.com)















