Tausiyah dan Munggahan Menyambut Bulan Ramadhan 1437 H/2016

E-mail Print PDF

Tausiyah dan Munggahan Menyambut Bulan Ramadhan 1437 H/2016

Tausiyah

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun 1437 H, SEAFAST Center mengadakan acara tausiyah dan munggahan pada hari Jumat, 3 Juni 2016. Acara ini rutin diadakan setiap tahunnya sebagai ajang silaturahmi keluarga besar SEAFAST Center. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan maknanya, kemudian sambutan Kepala SEAFAST Center, Prof. Nuri Andarwulan. Dalam sambutannya, Prof Nuri menyampaikan rasa syukur dalam keadaan yang sehat wal afiat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan, dan menyampaikan maaf atas kesalahan dan kekhilafan serta menghimbau agar saling memaafkan.

Inti acara ini adalah tausiyah oleh Ustadz Masjid Al Huriyyah IPB, Muhammad Wahid Ramadhan, Lc., MA (Alumnus Universitas Al Azhar, Mesir). Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan keutamaan ibadah di bulan Ramadhan, apa saja hal yang membatalkan puasa, apa saja hal yang menggugurkan pahala puasa, perbanyak membaca Al Quran, perbanyak bersedekah, dan keutamaan malam lailatul qadar.

Bulan Ramadhan bagaikan tamu agung yang dinanti-nanti setiap muslim karena berlimpah berkah, ampunan, pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT. Dan bagi muslim yang dapat beribadah dengan baik setelah melewatinya, akan meninggalkan bekas dengan meningkatnya nilai ketakwaan kepada Allah SWT. Pada malam pertama bulan Ramadhan terdapat keistimewaan yaitu setan-setan dan jin durhaka terbelenggu, pintu-pintu neraka tertutup, pintu-pintu surga terbuka, manusia yang mengharapkan kebaikan bersegeralah kepada ketaatan, dan berhentilah berbuat maksiat agar selamat dari siksa api neraka. Ibadah yang diwajibkan adalah puasa sebulan lamanya, pahala puasa dinilai langsung oleh Allah SWT. Beberapa hal yang membatalkan puasa diantaranya makan, minum, berhubungan suami istri, dan muntah yang berlebihan.

  Sedangkan yang dapat mengurangi pahala puasa salah satunya adalah berkata kasar, tidak dapat mengendalikan emosi, berkelahi, dan lainnya. Ibadah lain yang perlu ditingkatkan antara lain sholat tarawih, membaca Al Quran, beramal baik dan bersedekah. Walau hanya memberi sebutir kurma untuk berbuka orang yang berpuasa, maka akan mendapat pahala yang sama dengan pahala puasa orang tersebut.

Selain itu Ustadz Wahid menyampaikan keutamaan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan terdapat malam lailatul qadar yang dikala itu apabila hamba Allah berdoa maka di-aminkan oleh beribu malaikat, Allah mengabulkan semua doa. maka manfaatkan sebaik-baiknya agar perbanyak ibadah dan berdoa kepada Allah SWT. Acara ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Wahid, dilanjutkan dengan berjabat tangan saling memaafkan, dan makan siang bersama. LF

Tausiyah Tausiyah