Memperkenalkan Makanan pada Bayi

E-mail Print PDF
Article Index
Memperkenalkan Makanan pada Bayi
Page 2
Page 3
All Pages

Memperkenalkan Makanan pada Bayi.

Bayi sangat membutuhkan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bayi pada enam bulan pertama kehidupannya. Tidak ada formula makanan yang bisa memberi sistim proteksi imunologis sebaik kolostrum, yang terdapat di dalam ASI terutama di masa-masa awal kelahiran. Sehingga, jika bayi tidak mungkin mengkonsumsi ASI untuk jangka waktu lama, para ibu sebaiknya tetap mengupayakan agar bayi tetap bisa mengkonsumsi ASI pada beberapa minggu awal kelahirannya. Jika pemberian ASI dengan terpaksa tidak bisa diteruskan, maka susu formula untuk bayi merupakan alternatif pengganti terbaik.

ASI atau susu formula khusus bayi merupakan satu-satunya sumber makanan bayi selama 4 – 6 bulan awal kelahirannya dan hendaknya tetap menjadi makanan pokok bayi sebelum usianya mencapai satu tahun. Jika anda memberikan susu formula, pastikan botol susu dalam kondisi bersih dan menggunakan air bersih matang untuk membuat susu agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi.

Kapan memberikan Makanan padat?

Kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan makanan semi padat (bubur) atau padat kepada bayi, akan sangat tergantung pada perkembangan bayi anda. Beberapa tanda awal yang dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kesiapan bayi mengkonsumsi makanan padatnya adalah sebagai berikut:

* Berat badan bayi naik menjadi dua kali berat badan lahir
* Bayi sudah bisa duduk dan mengontrol kepalanya
* Bayi bisa mengontrol gerakan tubuhnya untuk menerima atau menolak makanan
* Lidah bayi tidak mengeluarkan makanan yang diberikan

Tetapi, tidak dianjurkan untuk memperkenalkan makanan semi-padat dan atau padat pada bayi berumur 4 – 6 bulan karena sistim pencernaan mereka belum siap menerima makanan ini. Masalah yang mungkin terjadi jika bayi mengkonsumsi makanan padat terlalu awal mulai dari tersedak sampai alergi makanan. Kondisi ini, secara psikologis bisa menyebabkan bayi atau anda sendiri menjadi stress.

Perlakukan bayi sebagai bayi

Belajar makan untuk pertama kali merupakan peristiwa besar bagi seorang bayi. Sehingga, perkenalan ini hendaknya dilakukan pada saat bayi berada dalam kondisi gembira. Suapi bayi dalam kondisi santai, tidak terburu-buru, sehingga buah hati anda bisa menikmatinya makanannya tanpa menjadi stress.

Bayi bukan orang dewasa, jadi perlakukan bayi anda sebagai bayi. Gunakan sendok khusus bayi, untuk menyuapinya. Menggunakan sendok khusus bayi yang berlapis plastik akan melindungi gusi bayi dari kemungkinan lecet terkena sendok. Jangan menggunakan botol atau infant feeder untuk menyuapkan makanan semi padat seperti bubur sereal karena akan memperbesar resiko bayi anda tersedak atau makan berlebihan.

Perkenalkan hanya satu makanan pada satu waktu. Tunggu satu minggu sebelum memperkenalkan makanan yang lain dan cermati apakah bayi menunjukkan reaksi alergi seperti muntah, diare, cegukan atau ruam kulit. Jika anda hanya memberikan satu jenis makanan pada satu waktu dan tidak terjadi reaksi penolakan apapun, maka anda bisa meneruskan pemberian makanan tersebut dan tidak perlu khawatir akan terjadi alergi. Jika bayi menolak makanan barunya, jangan paksa dia. Ulangi lagi pada hari berikutnya. Jika bayi masih tidak mau, tunda 2 – 3 minggu sebelum anda mencoba lagi untuk memperkenalkan makanan tersebut kepadanya.

Untuk menjaga kesehatan bayi anda, maka jangan simpan makanan sisa untuk diberikan kembali pada bayi anda. Buang sisa makanan yang tidak dihabiskan si buah hati, karena makanan sisa bisa menjadi tempat tumbuh yang sangat digemari oleh bakteri patogen penyebab penyakit. Jadi, agar anda tidak terlalu membuang-buang makanan, siapkan makanan bayi dalam jumlah atau porsi yang sesuai untuknya.